Al-Aqsha Menyeru, Di Mana Pemimpin Arab!




dakwatuna.com – Al-Quds, Sejak Kamis pagi, (16/4) warga Palestina berbondong-bondong menuju masjid Al-Aqsha untuk menjawab panggilan “Gerakan Islam” Palestina di wilayah jajahan 1948 dalam menghadapi upaya penyerangan kelompok radikal Zionis ke pelataran al-Aqsha.

Kamal Al-Khotib, Wakil ketua panitia gerakan Islam menegaskan, rakyat Palestina sedang berkumpul untuk memberi perlindungan kepada al-Aqsha. Mereka berjanji akan melindungi al-Aqsha dengan jiwa dan raganya. Kami katakan:
“Al-Aqsha! engkau saat ini tidak sendirian!” Ini bukan hanya selogan, tetapi janji yang harus ditepati. Inilah keyakinan kami, iman kami dan ibadah kami. Kami berkumpul di sini dengan izin Allah untuk memberikan perlindungan pada Al-Aqsha. Kami akan membayarnya dengan darah dan nyawa kami.”

Sepanjang sejarahnya, para penjajah sebelumnya, seperti kaum Persia, Tatar, Salib, Roma dan raja-raja Mesir menjajah Al-Aqsha, namun dengan izin Allah semua penjajah tersebut dapat diusir dan Al-Aqsha tetap dalam genggaman bangsa Arab dan Islam. Penjajah Israel pun akan hengkang sebagaimana para pendahulunya.

Mufti Baitul Maqdis, Syaikh Muhammad Husen menambahkan, hingga saat ini, masjid Al-Aqsha belum termasuk dan tidak akan pernah menjadi bagian dari perundingan. Sebab akidah Islam menegaskan tentang status keislaman dan kearaban Al-Aqsha.

Sang mufti meminta rakyat Palestina tidak mendengar selogan-selogan bodoh yang mendorong Al-Aqsha masuk dalam agenda perundingan. Ia menegaskan, rakyat Palestina telah banyak berkorban demi keutuhan al-Aqsha dan akan terus begitu hingga akhir zaman.
Husen menegaskan:
“Kita adalah pemilik sah al-Aqsha. Oleh karena itu, tidak heran dengan banyaknya kaum muslimin yang mengunjungi al-Aqsha sejak pagi Kamis kemarin. Langkah ini merupakan gambaran bahwa rakyat Palestina, baik laki-laki ataupun perempuanya siap mempertahankan al-Aqsha dengan cara apapun.”

Penanggung jawab panitia gerakan Islam ini, Abu Qorn mengkritik para pemimpin Arab atas sikap diam mereka melihat pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan Zionis terjadap kota al-Quds. Ia mengatakan:
“Wahai para pembesar dan raja-raja Arab, kami tidak akan meratapi kelalaian kalian atas apa yang menimpa masjid al-Aqsha. Tapi kami menghimbau kepada mereka yang tinggal di sekitar Masjid al-Aqsha. Kalian telah dipilih oleh Allah untuk menjadi pelindung dan pembela al-Aqsha, maka alangkah besarnya dosa kalian kalau kalian mengingkarinya.” (ip/ut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger