Astagfirullah !!! Mau Lindungi Anak, 7 Gajah Tewas Ditabrak KA
Kabar sedih .., Tujuh ekor hewan mamalia raksasa tewas dan seekor lagi luka akibat diterjang kereta api di India, Kamis 23 September 2010. Diduga kawanan gajah itu berusaha melindungi dua anak mereka, yang terjebak di tengah rel kereta saat menyeberang.
Menurut ahli konservasi hutan India, Atanu Raha, peristiwa pilu yang terjadi di daerah Jaipaguri, Bengal Barat, ini karena sekawanan gajah dewasa sengaja menggunakan diri mereka sebagai tameng untuk melindungi anak gajah.
“Para gajah berkumpul di sekeliling dua anak gajah untuk melindungi mereka ketika tertabrak,” ujar Raha seperti dilansir dari kantor berita Associated Press.
Sayangnya, aksi bunuh diri ini tidak membuahkan hasil, dua anak gajah yang berusaha dilindungi juga termasuk dalam tujuh gajah yang tewas. Petugas Kehutanan daerah tersebut, Sumita Ghatak, mengatakan bahwa insiden ini adalah merupakan insiden yang memakan jumlah korban gajah paling banyak.
Akibat insiden ini, ratusan orang menggelar aksi demonstrasi di dekat lokasi kecelakaan. Menteri Lingkungan India, Jairam Ramesh, juga menyatakan kekecewaannya atas insiden ini. Jairam yang saat ini sedang berada di New York untuk mengikuti forum lingkungan internasional mengatakan akan segera menemui Dewan Kereta Api untuk memastikan keselamatan gajah.
Subhanallah, Jantung Berlubang Bocah Kelas Lima SD Gaza Menghafal Al Qur'an
Gaza – (Berita Suara Media) Mahmud Ahmad Salamah bocah kelas lima SD memulai kehidupannya bersama Al-Quran sejak usia empat tahun. Ia membuka mushaf Al-Quran dengan tepat tanpa bantuan siapapun.
Salamah yang kinii 11 tahun mulai menghafal Al-Quran dengan dorongan orang tuanya. Hanya dua hari setelah ia mulai ikut resmii menghafal Al-Quran di masjid Ar-Rahmah di kampung Al-Amal barat Khan Yunis, Allah memanggil nyawa orang tuanya. Tinggallah si yatim kehilangan orang tuanya dan berhenti menghafal Al-Quran. Namun tak lama, semangat dan cita-citanya menghafal Al-Quran menggelora dengan dorongan salah satu kawannya di kelas tiga saat itu.
Ahad lalu (12/9) Mahmud Salamah adalah di antara para hufadh yang paling menonjol dalam menerima penghargaan dalam acara wisuda 24 ribu penghafal Al-Quran selama tahun ini.
Mahmud kemudian ikut dalam halaqah hifdhul quran di masjid Abu Dzar Al-Ghifari di barat Khan Yunis. Ia menyelesaikan Al-Quran secara penuh selama 9 bulan antara 1 Desember 2007 hingga 31 Agustus 2008 dan masuk dalam daftar ensiklopedi hufadh di Gaza sebagai penghafal terkecil. Ia mendapatkan pernghargaan dari Dinas Wakaf dan Urusan Agama dan PM Palestina Ismail Haniya.
Kedua orang tuanya adalah guru yang mendorongnya menghafal Al-Quran. “Kakek saya mendorong saya menghafal Al-Quran, demikian juga ayah dan ibu saya mendorong hal yang sama.” Tegasnya.
“saya mulai menghafal Al-Quran dengan bertahap. Saya mulai dari surat-surat pendek dan mudah. Saya menemukan beberapa kesulitan ketika surat panjang. Tapi kemudian terbiasa dan menjadi mudah.”
Dunia Lain
Mahmud menceritakan pengalamannya, “saat memegang mushaf saya merasa berada di dunia lain, dunia Islam, dunia agama, kehidupan hakiki. Saya nasihati generasi sekarang agar peduli dengan menghafal Al-Quran karena ia sumber kekuatan dan akan mendatangkan kemenangan pasti.”
Mahmud menjadi terkenal di masjid tempatnya shalat. Ia dipanggil “maulana” dan dicintai oleh semua orang. Mereka mencium keningnya. Meski demikian, Mahmud terlahir dengan jantung berlubang. (PIC) http://www.suaramedia.com
Langganan:
Postingan (Atom)


